Jumat, 23 November 2007

HARI AHAD MALIK

Malik senang sekali hari Minggu ini. Abi dan Ummi mengajaknya jalan-jalan dan ia boleh membeli satu buku cerita. Langkah Malik lincah menyusuri trotoar. Ummi menggandeng tangannya. Abi sesekali mencandainya.
Senyum Malik berhias-hias di wajahnya. Lesung pipitnya menggemaskan Abi, yang lalu sesekali mengacak-acak rambut Malik.
Langkah Malik berubah pelan.
“Mi, kok orang itu makan kulit semangka? Itu orang gila ya?” tanya Malik. Dipandanginya laki-laki lusuh dan awut-awutan di pinggir trotoar.
“Oh, iya, dia hilang ingatan.”
Malik mengangguk dan kembali mempercepat jalannya.
Di toko buku yang terletak di dalam mall, Ummi dan Abi mengajak Malik ke bagian buku anak-anak.
“Malik mau yang mana?” Tanya Abi.
“Pilih yang bagus ya, Ummi sama Abi bantuin milih, deh.”
Malik diam, menatap deretan buku di depannya.
“Kalau bukan buku, boleh?” tanya Malik.
“Malik ingin beli apa?” tanya Abi.
“Makanan.”
“Kok makanan, kan banyak di rumah, sayang?” sahut Ummi.
“Bukan buat Malik. Tapi buat orang gila itu. Kasihan makan kulit semangka nanti perutnya sakit.” Malik menatap Abi dan Ummi bergantian.
Abi dan Ummi berpandangan, saling tersenyum.
“Boleh, ya?” pinta Malik.
“Boleh sekali, Malik,” jawab Abi. “Dan Malik masih boleh beli buku. Bukan satu, tapi dua. Ya kan, Ummi?”
Ummi tersenyum lebar. “Tentu.”
“Alhamdulillah. Asyiiiikk.” Malik melonjak kegirangan.
“Tapi, kenapa Malik dibelikan dua buku, kan tadinya mau satu saja?”
“Karena Malik telah membuat Abi dan Ummi bangga,” jawab Abi.
“Bangga bagaimana, Bi?”
“Malik mau berbagi kepada sesama, bahkan pada orang gila yang jarang diperhatikan orang lain.” Abi mengacak-acak rambut Malik.
“Hehehee..” Malik tertawa.
Ummi tersenyum.
Surabaya, April 2007
Aku Anak Saleh

0 comments:

Template Design | Elque 2007