LAUT HITAM BIRU
siangmu tak berarti apapun selain malamku
berikan aku waktu untuk menutup mataku dari wajah-wajah busuk
matahari dan rembulan tak ada bedanya bagiku
tempat aku menempa besi jadi sebilah pedang
kupasrahkan darahku pada dahagamu, minumlah
jangan ragu, itu pemberianku
dan dagingku pada laparmu, makanlah
reguk kenikmatannya
tapi jiwa adalah untukku, tempatku
dimana kudapati cahaya benderang, temaram
tempat ketentraman
tak kuijinkan kau masuk dalam mimpi-mimpiku
setelah dulu ku terbangun dan kau tak ada
tubuhku menggigil dalam selimut duri
aku memilih berjalan di tepian laut
karena ombak akan hilangkan bekas kakiku
anginnya yang garam samarkan bauku
dan camar-camar tak bisa berbicara
tegal, 082005



0 comments:
Posting Komentar