Pernikahan karena Cinta
Apa benar, menikah dengan modal hanya cinta bisa mendatangkan bahagia? Benarkah hal-hal seperti materi, misalnya, bisa jauh dikesampingkan cuma karena cinta?
Maya dan Danu tak sengaja bertemu dan berkenalan di sebuah toko buku, dimana Danu bekerja. Seiring waktu perkenalan kian akrab. Tumbuh sayang, lalau cinta pada keduanya. Ikrar pun terucap. Namun Danu diliputi gelisah.
Orangtua Danu adalah petani miskin. Sedang orangtua Maya pengusaha kaya dan keturunan keraton. Hati Danu miris membayangkan kendala percintaannya yang akan menghadang. Tak urung, is sampaikan hal itu pada Maya. Gadis itu menenangkan hati Danu, berjanji akan berjuang bersama meski apa jua hambatan. Danu menjadi tabah.
Di luar dugaan. Sambutan yang baik dari orangtua Maya membuat sepasang kekasih itu bahagia. Terlebih Danu, bahwa selain Maya ternyata orangtua kekasihnya juga tak mempersoalkan kemiskinannya. Namun Danu berjuang, memperbaiki keadaan ekonominya. Danu berkata pada Maya, ia ingin menikahi Maya sebagai laki-laki yang bertanggungjawab penuh.
Hampir setahun Danu lalu lalang mengais rizki. Namun tetap saja, bahkan, ibarat roda pedati, Danu yang dulunya di bawah kini tidak berputar ke atas, melainkan roda pedati itu copot. Terlempar ke pinggiran jalan, berkerontang. Danu gagal membangun ekonominya. Sempat ia terpuruk jiwanya.
Alangkah bahagianya Danu ketika Maya dan orangtuanya memaksa dia menikahi Maya. Tanpa mempedulikan kemiskinannnya yang semakin parah. Dengan bijaksana orangtua Maya meyakinkan Danu, bahwa kegagalan bisa diperbaiki kembali.
Saat itu tibalah. Pernikahan, persatuan dua insan dan dua keluarga yang sakral. Kedua pihak masing-masing sibuk. Keluarga Maya dengan hartanya. Keluarga Danu dengan keterbatasannya. Ayah Danu bahkan menjahit sendiri beberapa pakaian untuk anak sulungnya.
Semua berjalan lancar, semua bahagia. Tak ada aral melintang.
Tibalah malam suci bagi pengantin. Keduanya sama-sama canggung. Meluap cinta di hati mereka. Tapi tiba-tiba Maya menjerit, keras sekali, lalu pingsan. Danu berdiri mematung, sangat kaget. Kedua keluarga berdatangan dan menerobos masuk ke kamar pengantin, Bertanya-tanya ada apa, dengan panik.
Danu kebingungan. Apa yang menyebabkan istrinya seperti itu? Aha, akhirnya dia menemukan sebabnya. Ternyata Maya kaget saat Danu membuka celana panjangnya dan melihat celana pendeknya. Celana pendek itu buatan Ayah Danu, berbahan kain bekas kantong terigu. Bertuliskan : berat bersih 25 kg. Tentu Maya membayangkan yang tidak-tidak, begitu batin Danu.



0 comments:
Posting Komentar